Translate

Kamis, 20 Desember 2012

STERILISASI


I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada saat sekarang ini ,dengan berkembangnnya ilmu pengetahuan, maka semakin tinggi pula rasa ingin tahu seseorang terhadap apa yang terdapat di alam sampai pada mikrooorganisme yang tak dapat di lihat dengan mata telanjang/berukuran kecil. Para peniliti mulai mencari tahu akan apa yang terkandunng pada mikroorganisme tersebut dengan melakukan berbagai praktikum.
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi juga harus dalam keadaan steril atau bebas dari kuman serta bakteri, virus dan jamur. Dan untuk mensterilkannya diperlukan pula pengetahuan tentang cara- cara atau teknik sterilisasi. Hal ini dilakukan karena alat- alat yang digunakan pada laboratorium mikrobiologi memiliki teknik sterilisasi yang berbeda . Berdasarkan hal tersebut diatas, maka dilakukanlah percobaan ini untuk mengetahui teknik pengenalan, penyiapan dan penggunaan serta fungsi dan prinsip kerja setiap alat laboratorium mikrobiologi.Selain itu pula untuk mengetahui teknik sterilisasi dari alat-alat tersebut.

B. Tujuan Percobaan
            Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mempelajari dan mempraktekkan cara-cara sterilisasi.








II. TINJAUAN PUSTAKA
Sterilisasi merupakan suatu proses untuk membunuh semua jasad renik yang ada, sehingga jika ditumbuhkan di dalam suatu medium tidak ada lagi jasad renik yang dapat berkembang biak. Dalam sterilisasi harus dapat membunuh jasad renik yang paling tahan panas seperti spora bakteri. Sterilisasi dengan autoclave biasanya disebut sterilisasi basah. Atau sterilisator uap yang mudah diangkat (portable) dengan menggunakan uap air jenuh bertekanan pada suhu 121Oc disebabkan oleh tekanan 1 atm. Selain dengan menggunakan sterilisasi basah, juga dapat menggunakan metode lain seperti Perebusan, Tyndalisasi, Pasteurisasi, Pemanasan Kering, Radiasi, Radiasi ionisasi, Penyaringan, dan lain-lain (Fardiaz, 1989)
Sterilisasi terhadap alat yang bahan bakunya adalah logam dan kaca, sebelum disterilkan dicuci terlebih dahulu. Alat yang terbuat dari kaca seperti tabung reaksi, pipet tetes, petridisk, mula-mula dibersihkan terlebih dahulu kemudian dibungkus dengan kain gas. Setelah itu disterilkan dengan menggunakan metode pemanasan secara kering, suhu mencapai 160oC, jarak waktu mencapai 1 sampai 2 jam, kemudian didiamkan agar suhu turun perlahan-lahan (Gabriel, 1988).
Sterilisasi adalah proses pemusnahan bakteri dengan cara membunuh mikroorganisme.Ada juga yang meneybutkan Sterilisasi yaitu proses atau kegiatan membebaskan suatu bahan atau benda dari semua bentuk kehidupan. Sterilisasi secara umum mengacu pada setiap proses yang efektif untuk membunuh atau menghilangkan dari semua organisme hidup (Anonim, 2009).
Tahapan penting yang mutlak harus dilakukan selama bekerja di ruang praktikum mikrobiologi adalah prinsip sterilisasi. Bahan atau peralatan yang digunakan harus dalam keadaan steril. Steril artinya tidak didapatkan mikroba yang tidak diharapkan kehadirannya, baik yang menganggu kehidupan dan proses yang sedang dikerjakan. Setiap proses baik fisika, kimia dan mekanik yang membunuh semua bentuk kehidupan terutama mikrooranisme disebut dengan sterilisasi (Cappuccino, 1983).
III. METODE PERCOBAAN
A.    Alat dan Bahan
Dalam percobaan ini tidak ada bahan yang digunakan, sedangkan alat yang digunakan adalah tabung reaksi, petridisk, autoclave, plastik 2,5 Kg, kertas buram, kapas, dan kertas aluminium voir.

B.     Cara Kerja
1.      Diambil 4  pasang petridisk dan 4 buah tabung reaksi.
2.      Petridisk di bungkus dengan kertas buram.
3.      Tabung reaksi titutup mulutnya dengan kapas kemudian dilapisi lagi dengan kertas aluminium voir.
4.      Petridisk dan tabung reaksi tersebut dimasukkan ke dalam plastik dan diikat plastik dengan karet.
5.      Dimasukkan ke dalam Autoclave.
6.      Diatur suhu 121oC dan waktu 15 menit.
7.      Ditutup Autoclave dengan kuat.
8.      Dihidupkan Autoclave dan ditunggu sampai suhunya dibawah 80oC.












IV. DATA HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A.    Data Hasil Pengamatan
Dalam percobaan ini tidak ada data hasil pengamatan. Karena tidak ada hal yang diamati.

B.     Pembahasan
Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik, fisik dan kimiawi.
1.      Sterilisai secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0.22 mikron atau 0.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas, misal nya larutan enzim dan antibiotik.
2.      Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran.
Pemanasan dengan api langsung membakar alat pada api secara langsung, contoh alat : jarum inokulum, pinset, batang L, dll. Panas kering
sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer, tabung reaksi dll. Uap air panas konsep ini mirip dengan mengukus. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi. Uap air panas bertekanan  menggunalkan autoklaf dengan menggunakan panas dan tekanan dari uap air. Temperature sterilasi biasanya 121°C. Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi, misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV.
3.      Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara  lain alcohol atau larutan formalin. Pada praktikum kali ini menggunakan sterilisasi secara fisik dengan menggunakan autoclave dengan prinsipnya sterilisasi dengan pemanasan menggunakan uap air panas bertekanan.
Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu 1210C (250oF). Jadi tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi2 (15 Psi = 15 pounds per square inch). Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk 121oC.
Cara untuk menggunkan autoclave adalah pertama sebelum melakukan sterilisasi dicek dahulu banyaknya air dalam autoklaf. Jika air kurang dari batas yang ditentukan, maka dapat ditambah air sampai batas tersebut. Gunakan air hasil destilasi, untuk menghindari terbentuknya kerak dan karat. Selanjutnya masukkan peralatan dan bahan. Jika mensterilisasi botol bertutup ulir, maka tutup harus dikendorkan. Lalu tutup autoklaf dengan rapat dan kencangkan baut pengaman agar tidak ada uap yang keluar dari bibir autoklaf. Klep pengaman jangan dikencangkan terlebih dahulu. Nyalakan autoklaf, diatur timer dengan waktu minimal 15 menit pada suhu 121oC. Tunggu samapai air mendidih sehingga uapnya memenuhi kompartemen autoklaf dan terdesak keluar dari klep pengaman. Kemudian klep pengaman ditutup (dikencangkan) dan tunggu sampai selesai. Penghitungan waktu 15’ dimulai sejak tekanan mencapai 2 atm. Jika alarm tanda selesai berbunyi, maka tunggu tekanan dalam kompartemen turun hingga sama dengan tekanan udara di lingkungan (jarum pada preisure gauge menunjuk ke angka nol). Kemudian klep-klep pengaman dibuka dan keluarkan isi autoklaf dengan hati-hati.
Cara lain untuk mensterilkan media atau alat adalah dengan cara radiasi yaitu digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan yang peka terhadap panas, metode ini juga digunakan untuk mensterilkan ruangan di dalam lamina flow cabinet.
Radiasi dalam dosis tertentu dapat mematikan mikroorganisme sehingga dapat digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. Sterilisasi dengan cara radiasi mempunyai beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan sterilisasi konvensional (menggunakan bahan kimia), yaitu:
1.      Sterilisasi radiasi lebih sempurna dalam mematikan mikroorganisme.
2.      Sterilisasi radiasi tidak meninggalkan residu bahan kimia.
3.      Karena dikemas dulu baru disterilkan maka alat tersebut tidak mungkin tercemar bakteri lagi sampai kemasan terbuka. Berbeda dengan cara konvensional, yaitu disteril- kan dulu baru dikemas, maka dalam proses pengemasan masih ada kemungkinan terkena bibit penyakit.














V. KESIMPULAN
1.      Sterilisasi adalah proses pemusnahan bakteri dengan cara membunuh mikroorganisme.
2.      Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik, fisik dan kimiawi.
3.      Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan.
4.      Radiasi yaitu digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan yang peka terhadap panas, metode ini juga digunakan untuk mensterilkan ruangan di dalam lamina flow cabinet.




















DAFTAR PUSTAKA
September 2009, 10:51:55)

Cappuccino, J. G. dan Natalie. S. 1983. Microbiology A Laboratory Manual.
Addison-Wesley Publishing Company, New York.

Fardiaz, Srikandi. 1989. Mikrobiologi Pangan. IPB, Bogor.
Grabriel, J. F. 1988. Fisika Kedoktoran.EGC, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar