Translate

Jumat, 21 Desember 2012

Pengenalan alat-alat


I. PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang
Pengenalan alat-alat laboratorium penting dilakukan untuk keselamatan kerja saat melakukan penelitian. Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika penggunaannya tidak sesuai dengan prosedur. Sebab  pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium adalah agar  dapat diketahui cara-cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar, Sehingga kesalahan prosedur pemakaian alat dapat diminimalisir sedikit mungkin. Hal ini penting supaya saat melakukan penelitian, data yang diperoleh akan benar pula. Data-data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang. Dalam praktikum pengenalan alat-alat laboratorium dan alat-alat sterilisasi akan dijelaskan secara detail mengenai fungsi dan spesifikasi masing-masing alat tersebut. Sterilisasi adalah usaha untuk membebaskan bahan-bahan dari mikrobia yang tidak diinginkan. Jadi Alat-alat sterilisasi adalah alat yang digunakan untuk membebaskan suatu bahan atau alat lain dari mikrobia yabg tidak diinginkan.

B. Tujuan Percobaan
Adapun tujuan praktikum ini adalah untuk mengenal alat-alat yang digunakan di laboratorium mikrobiologi.











II. TINJAUAN PUSTAKA


            Di dalam pekerjaan mikrobiologi seringkali kita tidak terlepas dari alat-alat yang berada dalam laboratorium. Untuk itu diperlukan pemahaman tentang fungsi dan sifat-sifat dari alat yang digunakan. Peralatan yang digunakan pada laboratorium mikrobiologi hampir sama dengan peralatan-peralatan yang umumnya digunakan di laboratorium kimia yaitu berupa alat-alat gelas antara lain : tabung reaksi, cawan petri, pipet ukur dan pipet volumetrik, labu ukur (tentukur), labu erlenmeyer, gelas piala, pH meter, gelas arloji, termometer, botol tetes, pembakar spiritus, kaki tiga dengan kawat asbes dan rak tabung (Kardiaz, Srikandi, 1992)
Di dalam pekerjaan mikrobiologi dibutuhkan alat yang khusus untuk melihat mikroorganisme. Salah satu alat yang sering digunakan adalah mikroskop. Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati objek yang berukuran kecil. Mikroskop dalam bahasa Yunani dari micron yaitu kecil dan scopos yaitu tujuan. Jadi, mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata. Daya pembesaran mikroskop menyebabkan kita dapat melihat struktur mikroorganisme yang tidak dapat terlihat dengan mata telanjang. Pembesaran yang dapat mikroskop adalah sekitar 100 kali sampai 400.000 kali. Ada dua jenis mikroskop berdasarkan pada kenampakan objek yang diamati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop electron (Suharto, Ign., 1995)


Di samping peralatan gelas, pada laboratorium mikrobiologi masih ada sejumlah alat yang khusus antara lain: otoklaf, oven, mikroskop, jarum ose (inokulasi), jarum preparat, gelas objek, kaca penutup, keranjang kawat untuk sterilisasi, inkubator untuk membiakkan mikroorganisme dengan suhu yang konstan, spektrofotometer untuk mengukur kepekatan suspensi atau larutan. Penangas air untuk mencairkan medium, maknetik stirrer untuk mengaduk dan tabung durham untuk penelitian fermentasi. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi juga harus dalam keadaan steril atau bebas dari kuman serta bakteri, virus dan jamur. Dan untuk mensterilkannya diperlukan pula pengetahuan tentang cara- cara / teknik sterilisasi. Hal ini dilakukan karena alat- alat yang digunakan pada laboratorium mikrobiologi memiliki teknik sterilisasi yang berbeda (Hadioetomo, Ratna Siri, 1993)
Alat-alat penampung yang dipakai yang dipakai dalam laboratorium pada saat praktikum seperti tabung reaksi, Erlenmeyer, labu takar/labu ukur, gelas kimia, dan lain-lain. Alat-alat tersebut diatas selain sebagai penampung, juga berfungsi sebagai tempat untuk mereaksikan berbagai macam reaksi kimia, untuk titrasi, untuk tempat mengencerkan larutan, melarutkan reagen, dan masih banyak lagi fungsinya (Soetarto, 2008).













III. DATA HASIL PENGAMATAN


No
Nama &
Gambar Alat

Fungsi
1.
Erlenmeyer




clip_image050
Untuk Titrasi
2.
Tabung Reaksi



clip_image044
Untuk mereaksikan suatu zat/larutan dalam jumlah kecil
3.
Gelas Kimia



clip_image062
Untuk mengukur larutan
4.
Needle



clip_image066
Untuk menanam mikroba
5.
Bunsen

Untuk memanaskan/fiksasi
6.
Rak Tabung
Untuk tempat meletakkan tabung reaksi
7.
Autoklaf
Untuk mensterilkan alat-alat yang digunakan
8.
Inkubator
Untuk mengeramkan media yang telah ditanami mikroba
9.
Laminar Flow Cabinet
Untuk tempat melakukan pekerjaan mikrobiologi
10.
clip_image028Quebec Colony Counter





Untuk menghitung banyaknya koloni mikroba yang tumbuh pada media lempeng agar.



IV. KESIMPULAN

Pengenalan alat-alat yang ada di laboratorium mempermudah kita dalam melakukan pekerjaan di waktu praktikum. Contohnya seperti : Mikroskop, yang terdiri dari beberapa alat seperti : lensa objektif, lensa okuler, penyesuaian kasar, penyesuaian halus, kondensor, dan diafragma, Bunsen, sengkelit, needle, incubator, Quebec Colony Counter, Laminar Flow Cabinet, Pipet Pasteur, dan masih banyak alat-alat lainnya yang digunakan pada saat praktikum mikrobiologi.         













DAFTAR PUSTAKA

Hadioetomo, Ratna Siri, 1993, MIKROBIOLOGI DASAR DALAM PRAKTEK, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Kardiaz, Srikandi, 1992, MIKROBIOLOGI PANGAN I, Gramedia, Jakarta.
Suharto, Ign., 1995, BIOTEKNOLOGI DALAM DUNIA INDUSTRI, Andi Offset, Yogyakarta.
Soetarto, E.S., 2008. PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI UNTUK MAHASISWA FAKULTAS BIOLOGI. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar